Laman

Kamis, 06 Maret 2014

Etika dan Profesionalisme TSI (Teknologi Sistem Informasi)

         Etika dan Profesionalisme TSI terdiri dari tiga kata, yakni etika, profesionalisme, dan TSI.  Pertama adalah Etika, apa yang dimaksud dengan etika? berikut adalah Pengertian Etika secara (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani, Ethos, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Dapat dikatakan bahwa etika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. 
Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).

terdapat dua macam dalam etika yaitu etika deskriptif dan etika normatif, berikut adalah 

Macam-macam etika :


1. Etika Deskriptif

          Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya etika deskriptif berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis.
2. Etika Normatif
       Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi, etika normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.

Macam-macam Etika Secara Umum

Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Etika Khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :
a. Etika Individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.

b. Etika Sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.



Selanjutnya pengertian dari kata Profesionalisme, profesialisme 
Berasal dari kata profesional yang mempunyai makna berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan profesionalisme itu sendiri adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang profesional (Longman, 1987).

Menurut Abdulrahim (dalam suhrawardi, 1994 :10) bahwa profesionalisme biasanya dipahami sebagai kualitas yang wajib dipunyai setiap eksekutif yang baik, dimana didalamnya terkandung beberapa ciri sebagai berikut :
  1. Punya Keterampilan tinggi dalam suatu bidang, serta kemahiran dalam mempergunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi.
  2. Punya ilmu dan pengetahuan serta kecerdasan dalam menganalisa suatu masalah dan peka didalam membaca situasi, cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
  3. Punya sikap berorientasi ke hari depan, sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terentang dihadapannya.
  4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi dirinya dan perkembangan pribadinya.
Secara umum ciri-ciri profesionalisme pada bidang informasi teknologi ( IT ) adalah :
  • Memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam bidang pekerjaan IT
  • Memiliki wawasan yang luas.
  • Memiiliki kemampuan dalam analisa dan tanggap terhadap masalah yang terjadi.
  • Mampu berkerjasama dan dapat menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan kerja
  • Dapat menjaga kerahasian dari sebuah data dan informasi
  • Dapat menjunjung tinggi kode etik dan displin etika.

Selanjutnya pengertian dari Teknologi Sistem Informasi (TSI) merupakan tenologi yang tidak terbatas pada penggunaan sarana komputer, tetapi meliputi pemrosesan data, aspek keuangan, pelayanan jasa sejak perencanaan, standar dan prosedur, serta organisasi dan pengendalian sistem catatan (informasi). sebuah teknologi yang dapat mengubah dunia, memberikan banyak pengetahuan serta informasi yang bermanfaat dengan gagasan bentuk teknologi yang mumpuni yang dirasa tidak akan ada habisnya dan terus dapat untuk dikembangkan.


yang dimaksud dengan Etika dan Profesionalisme TSI?
          Jadi, pengertian dari etika dan profesionalisme TSI adalah norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku, keahlian atau kualitas seseorang yang profesional dari manusia yang baik dalam menggunakan teknologi sistem informasi di lingkungannya. sebagai pekerja teknologi informasi yang memiliki aturan aturan serta sikap dan tingkahlaku dalam pengoperasian teknologi informasi.

Mengapa Etika dan Profesionalisme TSI dibutuhkan?
       Alasan mengapa seseorang harus memiliki etika dan profesionalisme adalah agar dalam sebuah pekerjaan yang membutuhkan sikap dan tanggung jawab,manusia lebih baik saat mengetahui aturan aturan yang harus dipenuhi sehingga Manusia yang memiliki etika baik juga akan mendapat perlakuan yang baik dari orang lain. Etika dan Profesionalisme TSI perlu digunakan karena etika dapat membuat seorang menjadi pribadi yang mengetahui apa tanggung jawab dan sikap yang bernar yang harus ia ambil dan putuskan. profesionalisme juga membuat seseorang menjadi paham benar apa yang harus dikerjakan dan mendidik untuk menjadi manusia yang berkulitas. 

Etika dalam teknologi informasi bertujuan agar seseorang dapat  :
  • Mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
  • Mampu menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etikan dalam teknologi informasi.
  • Mampu menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi.
Tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi :
  • Standar‐standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya.
  • Standar‐standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema‐dilema etika dalam pekerjaan.
  • Standar‐standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi‐fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan‐kelakuan yang jahat dari anggota‐anggota tertentu.
  • Standar‐standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral‐moral dari komunitas, dengan demikian standar‐standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya.
  • Standar‐standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi.
Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang‐undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya.


Kapan menerapkan Etika dan Profesionalisme TSI?
     Etika dan profesionalisme TSI digunakan ketika seseorang hendak menggunakan teknologi sistem informasi yang ada. Tetapi etika dan profesionalisme TSI ini tidak hanya digunakan saat sedang melakukan sebuah proyek yang akan dijalankan, melainkan juga harus dijalankan setiap waktu pada saat yang tepat. Sebuah pertanggung-jawaban dari suatu etika dan profesionalisme harus nyata.
Ada empat isu-isu etika yang harus diperhatikan, yakni:
  • Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
  • Isu akurasi: autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan?
  • Isu properti: kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
  • Isu aksesibilitas: hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.
Isu-isu tersebut harus diperhatikan dan dijadikan panduan ketika hendak menggunakan TSI dan harus dilakukan secara profesional mengingat peran seseorang tersebut disuatu perusahaan yang berkaitan erat dengan tanggung jawab orang tersebut di perusahaan.'

Siapa pengguna Etika dan Profesionalisme TSI?
Pengguna etika dan profesionalisme TSI adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Mereka yang ada di lingkungan kerja ini harus sadar dan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan etika dan profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu etika seperti yang telah dijelaskan di atas.

Tujuan digunakannya Etika dalam Teknologi Sistem Informasi
  • Mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
  • Mampu menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etika dalam teknologi informasi.
  • Mampu menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi.
Penerapkan Etika dan Profesionalisme Teknologi Sistem Informasi

      Penerapa Etika dan profesionalitas teknologi sistem informasi Harus dilakukan oleh semua pihak yang terlibat dalam Teknologi Sistem Informasi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap orang yang hendak menggunakan teknologi sistem informasi tertentu harus mempertimbangkan untuk menggunakan etika dan profesionalisme Teknologi Sistem Informasi, sehingga pengguna etika dan profesionalisme Teknologi Sistem Informasi ini tentunya adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan dan telah menggunakan Teknologi Sistem Informasi untuk menghindari adanya isu-isu etika dalam pemanfaatan TI.Sebagai seorang yang profesional, kita mempunyai tanggung jawab moral untuk mempromosikan etika penggunaan teknologi informasi di setiap kesempatan dantempat khususnya tempat kita bekerja. Hal itu termasuk melaksanakan peran kita dengan baik sebagai suatu sumber daya manusia yang penting di dalam sistem bisnis dalam organisasi.


sumber : 

Sabtu, 11 Januari 2014

Peranan Telematika

PENDAHULUAN


        Seperti yang kita ketahui dan kita sudah bahas sebelumnya, telematika dapat dikatakan sebuah cara untuk berkomunikasi secara langsung tanpa harus memandang jarak dan tata letak dari orang yang berkomunikasi. pada zaman dahulu sebelum teknologi ada dan berkembang pesat, manusi dapat berkomunikasi dengan manusia yang berada disekitarnya saja dan tidak dapat berkomunikasi dengan manusia yang berada jauh dari pandangan. mungkin itu sebabnya dalam dunia ini terdapat bermacam macam bahasa yang membedakan wilayah tertentu sebelum teknologi berkembang dan mempersatukan segalanya. pada zaman modern ini manusia sudah mengenal peradaban sudah mengenal teknologi, manusia menciptakan teknologi dan mengembangkannya secara pesat. dengan upaya itulah terciptnya telematika, dengan teknologi sekarang ini manusia dapat berkomunikasi dengan satu sama lain yang berada jauh dari pandangan hanya dengan menggunakan teknologi. pada zaman ini terdapat beberapa macam kemajuan zaman dan terciptanya alat alat yang dapat memiliki fasilitas telematika antara lain seperti komputer dan handphone. untuk itu disini akan dibahas mengenai peranan dari sebuah telematika yang dirasa banyak bermanfaat di segala bidang.

PEMBAHASAN

          Dalam kehidupan sehari hari tanpa kita sadari kita telah merasakan peran dari sebuah telematika, hampir disetiap aspek telematika selalu memiliki peran, antara lain peran telematika dalam bidang ekonomi , peran telematika dalam bidang pendidikan , peran telematika dalam bidan sains, peran telematika dalam bidang pendidikan , kesehatan dan tentunya dalam bidang teknologi itu sendiri, sebagai contoh :

Peranan telamatika dalam kehidupan sehari-hari khususnya dibidang pendidikan meliputi :

1. Perpustakaan Elektronik

Dengan adanya Perpustakaan Elektronik dan pengembangan buku Elektronik memberikan banyak manfaat dan peranan yang sangat penting untuk kebutuhan belajar dan mengajar di dunia pendidikan. User dapat dengan mudah mengkses semua informasi dari internet.

2. Surat Elektronik(Email)

Pengelolaan Surat Elektronik juga memberikan peranan yang penting didalam pendidikan. Dengan adanya Email Sekolah/instansi yang terpencil sekalipun dapat dengan mudah memberikan dan menerima informasi secara lebih cepat. Tanpa harus menunggu informasi menggunakan surat biasa yang dikirim ke alamat-alamat tertentu yang membutuhkan banyak waktu.

3. Ensiklopedia

Ensiklopedia adalah kumpulan tulisan yang berisi tentang penjelasan berbagai macam informasi secara luas. Atau bisa diartikan sebagai kamus informasi yang disebarluaskan secara bebas di internet.

4. Pengelolaan Sistem Informasi

Pengelolaan aktifitas menggunakan Sistem Informasi dianggap sangat membantu bukan hanya untuk lingkup pendidikan saja. Akan tetapi untuk semua bidang. Sehingga pengembangannya sangat pesat sesuai dengan kebutuhannya.

5. Pengembangan GPS dan Telekomunikasi Signaling

Pengembangan Telekomunikasi Signaling seperti pengembangan system GPS yang dapat digunakan sebagai penentu lokasi geografis. Selain untuk mempelajari ilmu geografis/pemetaan, juga dapat dijadikan sumber system informasi yang harus terus dikembangkan.

Manfaat dan Negatif dari Telematika.


> Manfaat

1. Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%.

2. Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional.Ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronis / electronic commerce (e-commerce).

3. Manfaat internet dalam e Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi daam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.

4. Manfaat internet dalam e Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.

> Dampak Negatif

1. Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional, Contoh kejahatan transnasional ini adalah human trafficking, penyelundupan orang, narkotika, atau teroris internasional.

2. Tindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Contohnya, tindakan yang disebut carding, adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.

3. Penyebaran virus atau malicious ware fraud atau penipuan yang menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu.

> Media komunikasi apa saja yang digunakan untuk telematika
1. Handphone & Komputer
2. Internet
3. Sosial Media
4. Jaringan/Network
5. Aplikasi-aplikasi pendukung seperti Video Conference, Games,dll

Peranan dan Dampak Telematika Di Indonesia

        Peranan telematika di Indonesia mempunyai 3 peranan pokok penting didalamnya yaitu mengoptimalisasikan proses pembangunan yang mempunyai arti bahwa telematika memberikan pelayanan kepada pengguna atau masyarakat secara memuaskan misalya dengan adanya telematika masyarakat dapat berkomunikasi jarak jauh dengan sangat mudah dan praktis.

       Kedua telematika dapat meningkatkan pendapatan artinya dengan menghasilkan suatu produk telematika dan jasa telematika dapat meningkatkan pendpatan bagi perusahaan atau perseorangan, dunia usaha bahkan Negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa telematika maupu produk telematika itu sendiri, dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan Negara dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas.

     Ketiga telematika dapat menjadi pmersatu bangsa, artinya dapat terjadinya sebuah integritas bangsa melalui pengembangan system informasi yang menghubungkan semua divisi dan daerah tertentu dengan cepat, mudah, dan praktis tanpa terhalang jarak. Setelah membahas peranan telematika selanjutnya mengenai dampak dari telematika diantaranya telematika memberikan pengaruh yang positif di bidang pendidikan, produktifitas yang tinggi, dan menyajikan banyak pilihan sarana untuk berkomunikasi secara cepat, mudah, dan praktis


Sumber :