Laman

Minggu, 10 April 2011

Pola Berpacaran yang Sehat

Pacaran ( ? ), ini lah yang sering kita dengar dari pemuda-pemudi dari jaman dahulu hingga sekarang.
          Seringkali kita sebagai pemuda-pemudi yang butuh cinta dan kasih sayang merasa tidak nyaman menjalani kehidupan dengan kesendirian. padahal kita masih dalam usia yang relatif muda dan belum begitu mengerti mengenai hubungan dengan lawan jenis. tapi mengapa walau belum mengerti dan belum siap untuk hal seperti itu, kita sebagai pemuda seringkali terjebak dengan perasaan sukaterhadap lawan jenis? ya.tentu saja kita sering merasakan kalau kita suka dengan lawan jenis karena kebaikannya atau karena pesonanya.sebagai manusia hal itu wajar-wajar saja menurut saya dan perlu kita ketahui sekarang ini,banyak muda-mudi memilih pacaran terlebih dahulu,kemudian bertunangan dan kelak nantinya akan menikah.supaya sudah tebiasa dengan hidup berpasangan dan kelak akan membangun keluarga yang harmonis.

Pacaran yang dilakukan oleh sepasang muda-mudi yang sedang kasmaran, suka sama suka, apa itu wajar?
          Menurut saya pacaran adalah hal yang wajar-wajar saja. siapa juga yang tidak pernah merasakannya? ketika seseorang memasuki usia muda yang sangat labil dan bergelora,sudahlah pasti perasaan suka atau terpikat terhadap lawan jenis mulai muncul, dan saya memakluminya asalkan pacaran yang dimaksud adalah pacaran yang SEHAT.


Bagai mana cara untuk mengetahui pola berpacaran kita termasuk kedalam pola pacaran yang SEHAT ??


         Bukan berbicara mengenai termasuk golongan berpacaran sehatkah kita? tetapi berbicara bagaimana untuk membuat pola berpacaran kita,kaum muda-mudi menjadi pola berpacaran yang sehat. ada beberapa cara untuk membuat pola berpacaran kita menjadi sehat. yaitu : 
 

1. Sehat fisik
          Sehat secara fisik berarti tidak ada sekalipun tindakan kasar terhadap fisik dalam berpacaran dan tidak ada kekerasan dalam berpacaran. Biarpun pria secara fisik memang lebih kuat di bandingkan dengan wanita, bukan berarti pria dapat sesukanya menindas dan berlaku kasar terhadap wanita.begitu juga sebaliknya.

2. Sehat emosional
           Sehat emosional dalam arti ketika  dalam proses perjalanan cinta sepasang muda-mudi, mereka bisa saling mengontrol emosional mereka masing-masing pribadi. jangan di biasakan untuk mementingkan diri sendiri dalam berpacaran atau terlalu mementingkan pasangan dalam berpacaran.karena mementingkan salah satu ego dari suatu pasangan sama saja hubungannya berat sebelah. mengapa demikian? karena tidak tercipta suatu keseimbangan yang saling memenuhi dan agar supaya tercipta hubungan yang harmonis, penuh dengan kasih sayang , saling perhatian dan penuh keterbukaan hubungan dalam berpacaran muda-mudi harus balance (seimbang) dalam melakukan kontrol emosi.

3. Sehat sosial
          Pacaran sebaiknya bersifat tidak mengikat,supaya pelaksana cinta tidak lupa akan status sosialnya  . seperti terlalu memikirkan pasangan sampai-sampai lupa denga pekerjaan (jika sudah bekerja) atau lupa dengan tugas (jika masih berstatus pelajar) artinya hubungan sosial dengan yang lain tetap harus dijaga dan kita tidak selalu fokus hanya pada pacar saja supaya kehidupan normal dengan kehidupan bersama pasangan terlaksana dengan seimbang.

4. Sehat seksual
          Secara biologis, kaum remaja mengalami perkembangan dan kematangan seks. keingin tahuannya atas sesuatu mengenai seks memuncak hingga Tanpa disadari, pacaran juga mempengaruhi kehidupan seksual kaum remaja . Kedekatan secara fisik antara pasangan kencan atau pacar dapat mendorong keinginan untuk melakukan kontak fisik yang lebih jauh. Jika hal itu diteruskan dan tidak terkontrol, maka dapat menimbulkan hal-hal yang sangat berisiko.oleh sebab itu sehat seksual dalam berpacaran bertujuan agar para pasangan muda-mudi dapat mengontrol dirinya untuk hubungan dengan pasangannya dengan memikirkan  bahaya dan resiko yang akan mereka  tanggung.

 Bagaimana caranya untuk membuat pola berpacaran kita menjadi Sehat?

         Membuat pola berpacaran kita menjadi sehat carannya adalah dengan mempunyai prinsip dalam diri setiap masing-masing individu yang berpasangan. Artinya, segala sesuatu yang kita lakukan memiliki dasar dan tujuan yang jelas. dengan bertujuan pacaran untuk belajar mengambil sikap dalam berpasangan dan belajar berinteraksi dan saling melengkapi satu denga lainnya dan belajar memberika cinta kasih kesemua orang.kita bisa termasuk kedalam orang yang pola berpacarannya sehat dengan menerapkan prinsip -prinsip yang sehat Dalam berpacaran. mungkin saja ketika dalam berpacaran kita menemukan perbedaan prinsip, khususnya tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal itu adalah wajar, asalkan tetap saling menghargai semua bisa kembali normal bahkan bisa saling mererti satu sama lainnya. Setiap orang, khususnya pemuda-pemudi, mempunyai hak untuk bicara secara terbuka, termasuk mengungkapkan prinsipnya masing-masing kepada pasangannya dalam berpacaran . karena mengungkapkan prinsip yang kita pegang akan berpengaruh pada penerimaan dari pasangan kita. Maksud dan keinginan kita akan dapat diterima dan dimengerti pasangan kita selagi  kita tahu bagaimana mengomunikasikannya dengan pasangan kita.


Kritik dan Saran
          Ketika kita dalam suatu hubungan yang bisa dikatakan sedang kasmaran dengan lawan jenis,atau berpacaran.kita harus membawa pola berpacaran kita kedalam pola berpacaran yang sehat dengan pola berpacaran yang sehat kita dapat menjaga keharmonisan suatu hubungan dengan sedikitnya konflik sehingga hubungan dapat bertahan lebih lama. dan sebaliknya ketika kita berpacaran dengan pola yang tidak sehat akan banyak sekali terjadi konflik yang nantinya akan membuat hubungan berakhir sangat cepat dan tidak mengesankan karena kurangnya keharmonisan dalam berpasangan. oleh karena ini kita ketika dalam berpacaran , gunakan pola pacaran yang sehat supaya hubungan lebih harmonis dan tahan lama.



Sumber:

http://pacaransehat.blogspot.com/

0 komentar:

Posting Komentar