Laman

Selasa, 13 November 2012

Mengutip Sebuah Artikel dan mencari kesalahan yang ada didalamnya

 Pacu Adrenalin dengan Tembak Reaksi

Kresna Shooting Club (KSC) jadi tempat berkumpulnya para pencinta olahraga tembak reaksi, salah satu bidang dalam olahraga menembak. Nama-nama beken seperti Bambang Trihatmodjo dan Wakil Kepala Kepolisian RI Nanan Sukarna ikut menjadi anggotanya. 
KSC yang bertempat di Lapangan Tembak Senayan memang bukan tempat latihan menembak sembarangan. Inilah tempat latihan menembak reaksi terbesar yang masuk dalam organisasi Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin). Adapun tembak reaksi adalah cara menembak dengan posisi penembak yang sambil berlari untuk menembak target. 
Didirikan oleh Benny Sutanandika, Ketua Bidang Tembak Reaksi Pengurus Daerah (Pengda) Perbakin DKI Jaya, KSC punya jejak rekam yang gemilang sejak berdiri pada Maret 1997. Banyak penembak dari KSC yang dikirim untuk mewakili Indonesia dalam ajang Internasional Practical Shooting Competion (IPSC) yang berpusat di Kanada. “Kami nomor 1 untuk level 3 dan 4 antarnegara dan benua. 
Terakhir Indonesia menjuarai kejuaraan antarbenua Asia dan Australia di Malaysia,” ujar Gerry Sutanandika, Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Perbakin sekaligus pelatih di KSC. Prestasi ini tentu saja tak bisa terjadi tanpa regenerasi yang memadai di KSC. Di KSC, anggotanya memang datang dari beragam usia, mulai dari yang berusia 13 tahun hingga yang berusia 70 tahun. 
Anak mantan presiden Soeharto, Bambang Trihatmodjo, selebriti Guntur Bumi, hingga Wakapolri Nanan Sukarna, ikut menjadi anggota KSC dan sering berlatih bersama. Setiap ulang tahun, KSC juga mengadakan kompetisi International Practical Shooting Confederation (IPSC) yang diikuti negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina. 
Tak hanya kompetisi, biasanya juga diadakan pameran senjata, peluru, dan aksesori yang berhubungan dengan kegiatan olahraga menembak. Bertempat di Lapangan Tembak Senayan, kompetisi ini akan menilai peserta lewat kecepatan menembak, keakurasian sasaran, serta kekuatan badan. Dalam hal ini, target atau sasaran berupa kertas dan plate. Masing-masing sasaran nilainya berbeda. Kertas mempunyai nilai 5 yang harus ditembak dua kali, sementara plate harus ditembak sampai jatuh. “Nilai totalnya, semua yang kena tembak dibagi jumlah waktu menembak. Jadi, memang harus menembak secepatcepatnya. Karenanya, kompetisi ini seru dan sangat menantang,”
Untuk mengikuti kejuaraan IPSC, anggota harus mengikuti pelatihan mulai dari dasar, seperti pengenalan jenis senjata, cara memegang, latihan menembak, hingga menempuh ujian. Pelatihan di KSC juga bisa diikuti mereka yang ingin memiliki izin sertifikat dari Perbakin. Rencana mendatang, KSC akan mengikuti kejuaraan dunia di Selandia Baru yang akan dilangsungkan pada tahun depan.  

Kesalahan dan Pembenaran cuplikan artikel diatas :
No
Kesalahan
Perbaikan
1
Jadi
Menjadi (diubah)
2
Beken
Terkenal (diubah)
3
memang
(dihilangkan)
4
Inilah
Ini adalah (diubah)
5
jejak rekam
Prestasi (diubah)
6
Terakhir Indonesia
Terakhir , Indonesia (diubah)
7
Di KSC, anggotanya memang datang
KSC,beranggotakan (diubah)
8
yang berusia
Usia (diubah)
9
biasanya juga diadakan
Diadakan juga (diubah)
10
nilainya
Memiliki nilai (diubah)
11
yang harus
Jika (diubah)
12
harus
Jika (diubah)
13
memang harus menembak secepatcepatnya
Harus menembak dengan cepat (diubah)
14
dari dasar, seperti
Dari dasar seperti, (diubah)
15
cara memegang
Cara memegang senjata (ambigu,diubah)

demikian analisis kesalahan yang bisa saya berikan dan bisa perbaiki dari kutipan artikel diatas,apabila analisis atau perbaikan yang saya berikan kurang tepat atau bahkan tidak benar adanya sama sekali,saya mohon maaf.


TERIMA KASIH~

0 komentar:

Posting Komentar